IAIN Palangka Raya
UniversityPalangkaraya, Indonesia
Research output, citation impact, and the most-cited recent papers from IAIN Palangka Raya (Indonesia). Aggregated across the NobleBlocks index of 300M+ scholarly works.
Top-cited papers from IAIN Palangka Raya
The purpose of this study was to determine human resource management in the Madrasah Aliyah Al-Mathitiriyah Rupit District. This type of research is qualitative research with descriptive analytical methods, namely methods that attempt to systematically explain the discussion material originating from various sources for later analysis in order to obtain results as a conclusion. Research Results, principals are very instrumental in increasing and motivating teachers, staff / employees, in improving student achievement, which has been effective and conditional. In providing opportunities and opportunities for the teachers to take part in education and training held by the government and provide opportunities for teachers to continue their higher level of study, Conclusion, the head of MA Al-Mathiriyah carries out, plans, and professionals, as well as field experts, and able to give awards, and provide penalties, if it violates the teacher's code of ethics. Keywords: Human Resource Management, Performance
This study aims to discuss the learning and intruction which is an activity conducted by teachers and students. Learning is the process of changing a behavior and knowledge. Learning process becomes one system in intruction. The intruction system consists of several components that interact with each other, that is: teachers, students, learning objectives, materials, media, methods, and evaluation. The intruction can not be done well without any interaction between the learning components, then all components of learning must cooperate to make a efficient learning
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa sekolah dasar dengan model Cooperative learning tipe Numered heads together pada pembelajaran matematika. Berdasarkan pembelajaran yang dilakukan di SD Negeri Kadukancas, bahwa hasil belajar Matematika di kelas V masih rendah, yaitu siswa yang mendapat nilai KKM yaitu 65 atau lebih hanya 35,71% (10 siswa) sisanya 64,29% (18 siswa) di bawah KKM. Hal ini disebabkan karena guru tidak pernah menggunakan pembelajaran secara kelompok. Tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah untuk mengetahui apakah dengan menerapkan model kooperatif tipe Numbered Heads Together dapat meningkatkan hasil dan aktivitas belajar siswa pada mata pelajaran matematika. Prosedur penelitian tindakan kelas ini meliputi dua siklus dan setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SD Negeri Kadukancas semester genap tahun pelajaran 2014/2015 dengan subjek kelas V yang berjumlah 28 siswa, terdiri atas 10 siswa laki-laki dan 18 siswa perempuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus I, siswa yang mencapai KKM yaitu memperoleh nilai sama atau lebih dari 65 sebanyak 19 siswa (67,86%), mengalami peningkatan sebesar 32,16% dari data pra siklus. Sedangkan pada siklus II, siswa yang mencapai KKM yaitu memperoleh nilai sama atau lebih dari 65 sebanyak 25 siswa (89,29%), mengalami peningkatan sebesar 21,43% dari data siklus I. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan model kooperatif tipe Numbered Heads Together dapat meningkatkan hasil belajarmatematika.
Penggunaan metode dalam pencapaian hasil pembelajaran yang diinginkan, pemilihan, penetapan, dan pengembangan metode berdasarkan pada kondisi pembelajaran yang ada. Pembelajaran dapat efektif apabila mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkan sesuai dengan indikator pencapaian. Guru sebagai pembimbing diharapkan mampu menciptakan kondisi yang strategi yang dapat membuat peserta didik nyaman dalam mengikuti proses pembelajaran tersebut. proses belajar mengajar hendaknya guru dapat mengarahkan dan membimbing siswa untuk aktif dalam kegiatan belajar mengajar sehingga tercipta suatu interaksi yang baik antara guru dengan siswa maupun siswa dengan siswa. Untuk meningkatkan cara belajar yang efektif diperlukan strategi yang tepat agar pembelajaran dapat berjalan dengan optimal dan efektif
Tujuan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah bertujuan untuk mensosialisasikan, memberikan pengetahuan dan pemahaman mengenai pentingnya pendidikan bagi manusia serta memberikan motivasi kepada warga masyarakat di Desa Mulyasejati Kecamatan Ciampel Kabupaten Karawang. Pengabdian Pada Masyarakat ini merupakan wahana bagi Program Studi PGSD untuk mengabdikan keilmuannya. Khalayak sasaran Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah Para warga sekitar Desa Mulyasejati Kecamatan Ciampel Kabupaten Karawang yang merupakan warga yang bermatapencaharian sebagai petani, buruh, dan juga ibu rumah tangga dan anak-anak usia Sekolah Dasar yang berjumlah 45 orang dari yang direncanakan 80 orang. Metode kegiatan ini adalah penyuluhan dan sosialisasi yang dikemas dalam bentuk workshop selama 1 hari mengenai penyampaian materi hakikat manusia, hakekat manusia dan kebutuhan akan pendidikan, pengertian pendidikan. Pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat berupa workshop ini didukung oleh beberapa faktor yang memberikan banyak kontribusi atas keberhasilan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat. Pelaksanaan dilakukan dengan workshop, menggunakan metode ceramah yaitu dengan teknik presentasi, dilanjutkan dengan diskusi tanya jawab sebagai bentuk kegiatan workshop. Hasil pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat menunjukkan tingkat pemahaman peserta pengabdian kepada masyarakat mengenai pentingnya pendidikan, peserta lebih tersadarkan akan pentingnya pendidikan dan memiliki motivasi tinggi untuk terus melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Kata Kunci: Pendidiakn, Manusia
Penelitian ini membahas tentang analisis penguasaan suku kata siswa yang menekankan pada semester enam TBI di IAIN Padangsidimpuan. Para siswa masih mengalami kesulitan dalam penguasaan suku kata yang tertekan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penguasaan suku kata yang menekankan siswa pada semester enam TBI di IAIN Padangsidimpuan, untuk menemukan kesulitan penguasaan suku kata yang menekankan siswa pada semester enam TBI di IAIN Padangsidimpuan, dan menemukan solusi guru untuk mengatasi kesulitan siswa. dalam penguasaan suku kata yang tertekan pada semester enam TBI di IAIN Padangsidimpuan. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif dan deskriptif. Penelitian dimulai pada bulan Maret 2017 sampai April 2017 di IAIN Padangsidimpuan. Sumber data untuk penelitian ini adalah siswa semester enam di TBI di IAIN Padangsidimpuan sebagai sumber utama dan dosen Pengucapan sebagai sumber sekunder. Ada 2 instrumen dalam mengumpulkan data, ada tes dan wawancara. Data diolah dan dianalisis dengan proses kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, peneliti menemukan bahwa penguasaan suku kata siswa pada semester enam TBI di IAIN Padangsidimpuan adalah 68,92% dan dapat dikategorikan dengan baik. Kesulitan siswa sulit untuk membedakan onset dan struktur coda, sulit dianalisis kata yang memiliki banyak suku kata, dan sulit di transkrip kata. Alasan masalah siswa dalam penguasaan suku kata yang ditekankan pada semester enam TBI di IAIN Padangsidimpuan adalah bahwa siswa memiliki masalah dalam transkripsi terutama di inti (bunyi vokal), kata-kata tersebut tidak dapat menuliskan sebuah kata karena kurang dalam latihan, motivasi rendah dan Tak peduli kapan guru menjelaskan pokok pembicaraan. Upaya tersebut adalah siswa harus meninjau pelajaran tentang fonem terutama dalam vokal dan konsonan berdasarkan standar bahasa Inggris, sehingga tidak bingung.
Penelitian ini membahas tentang penguasaan siswa dalam mengidentifikasi adverb di kelas VIII SMP N 2 Batang Toru Tapanuli Selatan yaitu adverb of place, adverb of time, adverb of manner dan adverb of degree . Berdasarkan penjelasan di atas, peneliti tahu bahwa ada banyak faktor yang berkaitan dengan penguasaan siswa dalam mengidentifikasi adverb. Namun, di sini, peneliti hanya berfokus untuk mengetahui penguasaan siswa dalam mengidentifikasi adverb berdasarkan tes. Oleh karena itu, peneliti merumuskan masalah pada pertanyaan spesifik sebagai berikut: “Bagaimana penguasaan siswa dalam mengidentifikasi adverb di kelas VIII SMP N 2 Batang Toru Tapanuli Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui deskripsi penguasaan siswa dalam mengidentifikasi adverb . Metode penelitian dengan menggunakan deskriptif kuantitatif. Instrumen yang digunakan adalah tes, jenis tesnya adalah tes pilihan ganda A, B, C, dan D. Siswa diperintahkan untuk memilih jawaban terbaik dari pilihan ganda. Maka sampel penelitian ini adalah 25 siswa, yaitu 4 kelas, kelas VIII-1, VIII-2, VIII-3, dan VIII-4. Untuk menganalisis data, peneliti menilai rata-rata untuk mengetahui kategori penguasaan siswa dan Z test adalah untuk menemukan pengujian hipotesis untuk mengetahui apakah hipotesis diterima atau tidak. Setelah menghitung data ditemukan bahwa penguasaan siswa dalam mengidentifikasi adverb pada siswa kelas VIII SMP N 2 Batang Toru Tapanuli Selatan adalah skor 32,98 masuk dalam kategori rendah, karena nilai skor rata-rata adalah 21% - 40%. Itu dapat dikategorikan ke dalam kategori rendah. Kemudian, hipotesis yang ditemukan adalah “penguasaan siswa dalam mengidentifikasi kata keterangan di kelas VIII SMP N 2 Batang Toru Tapanuli Selatan sampai dengan kategori rendah”. Dari hasil pengujian hipotesis, peneliti menemukan bahwa hipotesis diterima. Hal ini dapat dibuktikan dari Zcount = -77,77 <Ztable = 0,05 dengan tingkat signifikan 0,05 atau 5%. Jadi, dari hasil di atas, peneliti menyimpulkan bahwa hipotesis diterima. Oleh karena itu, penguasaan siswa dalam mengidentifikasi kata keterangan di kelas VIII SMP N 2 Batang Toru Tapanuli Selatan adalah kategori rendah.
Pendidikan Islam untuk anak-anak adalah kegiatan penting yang dilakukan oleh
 setiap orang tua Muslim, jika mereka ingin anak-anak mereka menjadi anak-anak
 shaleh dalam keluarga mereka. Hal ini juga menjadi tujuan penelitian oleh para
 ahli pendidikan Islam. Pendidikan anak harus mendasar pada Islam yang
 bersumber dari Al-Qur'an dan hadits terutama tentang keberadaan kewajiban
 untuk belajar bagi setiap muslim, laki-laki atau perempuan, anak-anak dan orang
 dewasa. Sementara tujuan pendidikan islam pada anak adalah: merawat jiwa
 anak-anak untuk menjadi jiwa yang lebih baik (fitrah) dalam Islam dan membawa
 anak-anak ke kehidupan yang penuh belas kasih sayang, bahagia di dunia dan
 akhirat.
Kepribadian seorang anak ditentukan oleh beberapa faktor yaitu faktor genetik dan lingkungan. Orang tua yang merupakan lingkungan yang pertama kali anak temui memberikan konteribusi yang besar dalam membentuk kepribadian seorang anak. Keluarga memiliki model pola asuh serta metode dalam memberikan pendidikan. Terdapat tiga macam pola asuh yang dapat diterapkan orang tua kepada anak, yaitu : pola asuh demokratis, permisif dan otoritas. Pola asuh demokratis memberikan kebebasan kepada anak dengan penuh tanggung jawab, sedangkan Pola asuh otoriter merupakan cara mendidik anak dengan menggunakan kepemimpinan otoriter, yaitu orang tua menentukan semua kebijakan, langkah dan tugas yang harus dijalankan. Pola asuh otoriter mencerminkan sikap orang tua yang bertindak keras dan cenderung diskriminatif . Pola asuh permisif mempunyai ciri orang tua memberikan kebebasan penuh pada anak untuk berbuat sehingga terkadang anak melakukan tindakan yang melawan aturan. Dalam memberikan pengasuhan kepada anak dibutuhkan beberapa strategi memberikan pendidikan dengan metode keteladanan, pembiasaaan, perhatian, nasehat dan metode hukuman.
This article analyzed the learning experience of students at home during the school closing period in response to the Covid-19 pandemic in Indonesia. Through this study, an in-depth understanding of the life experiences, perceptions, and motivation of students were obtained from either the school or their parents. These outputs would be input into policy making and solving learning problems towards a new normal era. Now the school closures have been running for almost seven months and it almost about to reopening this mid-August 2020. To understand this phenomenon issue, some data searching have been performed ranging from daily papers, academic journal, and educational related literature. The data search then analyzed under the phenomenological application approach. Compiling the existing data and students voices, this study showed that the students learning experiences during six month learning from home responding the national policy stopping the corona virus spreading can be reported based on 10 websites visited have expressed their best coverage over students learning difficulty and challenge from different perspectives. Most websites mentioned students hardship in learning from home caused the lack of learning resources such not access to internet and parents ability to support their children learning. Keywords: School Closures Policy In Covid-19, Covid-19, Learning Online
In line with the rapid development of technology, patterns and payment systems in economic transactions continue to change. Technological advances in the payment system are shifting the role of cash (currency) as a means of payment in the form of digital payments that are more efficient and economical. In its development, several countries have discovered and used electronic payment products known as Electronic Money (e-money). The presence of non-cash payment instruments mentioned above, is not only caused by innovations in the banking sector but also driven by the public's need for practical payment instruments that can provide convenience in conducting transactions. This paper aims to analyze the impact of the development of digital payment systems on the existence of cash in the era of the digital economy. In addition, this also minimizes the risks that can be caused by the use of digital payment systems and prevents inflation due to the large amount of cash in circulation. The method used in this paper is qualitative and is supported by a phenomenological approach. The results of this study indicate that technological advancements in the era of the digital economy (Industrial Revolution 4.0) are indeed unavoidable, especially in the rapid development of digital payment systems. Digital payment systems have advantages and disadvantages. But in general, the advantages of digital payment systems outweigh the disadvantages. The presence of this digital payment system does not mean eliminating the existence of cash. However, the existence of a digital payment system can also minimize the occurrence of inflation due to the large amount of money circulating in the community.
Manusia sebagai makhluk sosial dan hidup berkelompok dalam kehidupan sehari-hari, tentu tidak luput dari interaksi atau komunikasi. Komunikasi adalah proses penyampaian pesan dari komunikator kepada komunikan atau audiens baik itu dalam bentuk simbol, lambang dengan harapan bisa membawa atau memahamkan pesan itu kepada peserta didik (siswa) jika di kelas atau pada masyarakat serta berusaha mengubah sikap dan tingkah laku. Dalam dunia pendidikan proses pembelajaran akan efektif, jika komunikasi dan interaksi antara guru dengan siswa terjadi secara intensif. Dalam pembelajaran di dalam kelas, proses komunikasi akan berlangsung baik antara guru ke siswa dalam hal ini, peserta didik atau sebaliknya antara peserta didik dengan guru atau pendidik di mana materi pembelajaran merupakan pesan dalam proses komunikas pembelajaran yang sering dipandang sebagai jantung atau inti kegiatan pembelajaran. Dalam komunikasi pembelajaran inilah terjadi Intraksi edukatif yang berlangsung dalam bentuk pertukaran pesan yang tidak lain adalah materi pembelajaran. Dalam konteks komunikasi pembelajaran Guru ditempatkan dalam posisi sebagai komunikator oleh karena tugas dan peran guru sebagai pemimpin pembelajaran memposisikan menjadi komunikator sedangkan siswa ditempat sebagai komunikan atau peserta didik. Guru harus mampu menguasai pola interaksi dan teknik komunikasi yang baik dalam proses pembelajaran. Interaksi dalam pembelajaran lebih dikenal dengan istilah interaksi edukatif. Interaksi edukatif secara spesifik merupakan proses atau interaksi belajar mengajar memiliki ciri-ciri khusus yang membedakan dengan bentuk interaksi lain. Ciri-ciri Interaksi Belajar Mengajar tersebut yaitu interaksi belajar-mengajar memiliki tujuan, ada suatu Prosedur (jalannya inetraksi) yang terencana, interaksi belajar mengajar di tandai dengan suatu penggarapan materi yang khusus, ditandai dengan adanya aktivitas siswa, dalam interaksi belajar mengajar guru berperan sebagai pembimbing, di dalam interaksi belajar mengajar membutuhkan disiplin, dan ada batas waktu. Kata Kunci : Komunikasi, Interaksi , Guru dan Siswa
Anak usia dini merupakan usia emas. Pada usia ini diperhatikan tugas perkembangannya. Media pembelajaran akan membantu keefektifan proses pembelajaran dalam penyampaian pesan dan isi pelajaran. Terkadang guru mengabaikan dalam penggunaan media, padahal dengan menggunakan media pembelajaran khususnya media audio visual. Bertujuan untuk motivasi belajar anak sehingga mudah penangkapan isinya oleh anak. Langkah dalam pembelajaran menggunakan media audio visual, mempersiapkan laptop, sound, kabel dan video yang akan ditayangkan, memperhatikan posisi duduk peserta didik dalam keadaan nyaman dan pada saat akan mengajak peserta didik menyimak video, guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan teknis pembelajaran, kemudian peserta didik siap menyaksikan tayangan video dan diberikan tindak lanjut berupa pertanyaan berkaitan dengan isi video.
Pendidikan merupakan hal yang sangat penting dalam mewujudkan peserta didik yang berilmu, bertakwa, dan berbudaya agar mampu menghadapi tantangan era globalisasi. Pendidikan akan melahirkan peserta didik yang mempunyai kompetensi dan skill yang dikembangkan ditengah-tengah masyarakat. Untuk mewujudkan hal tersebut, faktor penentu keberhasilan peserta didik dalam pendidikan salah satunya adalah kemampuan guru menggunakan media pembelajaran. Namun ironisnya masih ada guru yang kurang mampu menggunakan media pembelajaran. Hal tersebut bertolak belakang dengan fungsi dan tugas guru sebagai pendidik. Maka untuk mengatasi problematika tersebut guru harus meningkatkan pengetahuannya tentang media pembelajaran, dan kepala sekolah mengusulkan pengadaan kelengkapan media pembelajaran disekolah, dilain sisi pihak dinas pendidikan membuat pelatihan-pelatihan kepada guru-guru.
Developing a prediction model from risk factors can provide an efficient method to recognize breast cancer. Machine learning (ML) algorithms have been applied to increase the efficiency of diagnosis at the early stage. This paper studies a support vector machine (SVM) combined with an extremely randomized trees classifier (extra-trees) to provide a diagnosis of breast cancer at the early stage based on risk factors. The extra-trees classifier was used to remove irrelevant features, while SVM was utilized to diagnose the breast cancer status. A breast cancer dataset consisting of 116 subjects was utilized by machine learning models to predict breast cancer, while the stratified 10-fold cross-validation was employed for the model evaluation. Our proposed combined SVM and extra-trees model reached the highest accuracy up to 80.23%, which was significantly better than the other ML model. The experimental results demonstrated that by applying extra-trees-based feature selection, the average ML prediction accuracy was improved by up to 7.29% as contrasted to ML without the feature selection method. Our proposed model is expected to increase the efficiency of breast cancer diagnosis based on risk factors. In addition, we presented the proposed prediction model that could be employed for web-based breast cancer prediction. The proposed model is expected to improve diagnostic decision-support systems by predicting breast cancer disease accurately.
Dalam menggunakan model regresi linier disyaratkan data yang digunakan hendaknya berskala interval atau rasio. Akan tetapi jika skala dalam bentuk ordinal tetap dipaksakan menggunakan model regresi linier, maka akan diperoleh koefisien korelasi yang kecil dan tidak memenuhi syarat sebagaimana yang diharapakan dalam model regresi. Tujuan dari penelitian ini adalah melihat bagaimana melakukan pemodelan regresi linier berganda dengan menggunakan data berskala ordinal yang ditransformasi menjadi data interval. Data yang digunakan adalah data mengenai tingkat kepatuhan pembayaran pajak di Provinsi Gorontalo. Data hasil penelitian ini berskala ordinal sehingga dilakukan transformasi data menjadi skala interval dengan menggunakan metode suksesif interval. Setelah dilakukan transformasi, diperoleh model regresi dengan menggunakan data interval maka asumsi model regresi linier berganda terpenuhi, dan mempunyai kooefisien determinasi yang lebih tinggi, sedangkan model regresi linier dengan menggunakan data ordinal maka asumsi regresi linier tidak terpenuhi.
The focus of this paper is the research and development, as a kind of educational research that is innovative, productive and meaningful. The product of research and development in aspects, especially in education has been able to make the job easier and more enjoyable. Developing of learning as a model, curriculum and component have been able to make learning easier. Example, with the integration of information and communication technology (ICT) into the learning process, making the learning can be done in many places. Research and development can be done with various models that have been developed by experts, such as Plomp, 4-D, and Borg and Gall. The researchers were able to select and adopt it has been developed by expert. The research phase of development should have the design, development and evaluation of the product. Indeed, studies conducted have a positive contribution to the advancement and improvement of the quality of the learning process. Kata kunci: research and development, education, inovatif, productive, meaningfull
The research objective was to determine the aplication of the principles of good governance to village officials in public services in the Ciro-ciroe village, Watang Pulu district, Sidenreng Rappang district and to determine the factors that influenca it. The population of this study was 1356 people, while the research sampel used total probability sampling amounting to 92 people. Data collectiontechniques used in this study are to use observation techniques, interviews, literature study and questionnaires. The data collected was then analyzed using frequency and percentage tables. 
 The result sof this study indicate that the principles of good governance apparatus in the village of Ciro-ciroe Kacamatan Watang Pulu, Sidenreng Rappang Regency above, then the average percentage is obtained, namely 78,12%. So it can beconcluded that this indicatoris in the very good category. Public servants of the ciro-ciroe village apparatus Watang Pulu district Sidenreng Rappang district above, then the average percentage result it 69,83%. So it can be concluded that this indicator is in the quite good category. As for the factors that most influenca the application of the principles of good governance to village officials in public services in the Ciro-ciroe village Watang Pulu sub-district, Sidenreng Rappang district above, the average percentage result is 71,96%. So it can be concluded that this indicator is in the quite good category.
This study aimed at investigating the implementation of academic supervision by principals, from the planning, implementation, and follow-up. Academic supervision gave impact on teachers performance. Teachers evaluations will be seen from the lesson plan, the implementation of instruction, assessment of learners and the follow-up. To achieve these objectives, we used quantitative approach. Data were collected through observation and questionnaires using Likert scale. The analysis used was simple regression analysis. The results showed there was significant correlation between the academic supervision by principals towards the teachers performance. If the academic supervision increases, the teachers performance will also increase.
The COVID-19 has brought about schools and universities closed the whole way across the world. Subsequently, teaching has changed drastically, with the distinctive rise of online learning, whereby teaching is embraced remotely and on computerized stages. Research recommends that online learning has been appeared to expand maintenance of data, and take less time, which means the progressions of coronavirus have caused may be digging in for the long haul. In this case, online learning application stages are broadly utilized by English educators in instructing and learning. The online learning stages are likewise utilized as a strengthening apparatus to advance autonomous learning. This study focuses on the utilization of online learning application in English as a Foreign Language (EFL) Classroom. The participants of this study were 35 students of second semester students of English Department in one of universities in Salatiga, Indonesia. The data was gathered through surveys and semi-structured interviews. Moreover, it was explained using descriptive qualitative approach. This investigation showed that most of students considered the utilization of online learning application in English learning is effective and efficient in this emergency situation. However, the obstacles in using online learning application in English classroom were slow-speed internet connection, so many tasks, not all teaching material can be taught through online learning, and lack of interaction between lecturer and student. In this pandemic situation, the most favorite online learning application among students is WhatsApp Group because it takes a bit of internet quota. Therefore, students can save their internet quota in this condition.