Islamic University of Riau
UniversityPekanbaru, Riau, Indonesia
Research output, citation impact, and the most-cited recent papers from Islamic University of Riau (Indonesia). Aggregated across the NobleBlocks index of 300M+ scholarly works.
Top-cited papers from Islamic University of Riau
The Asian American health narrative reflects a long history of structural racism in the US and the complex interplay of racialized history, immigrant patterns, and policies regarding Asians in the US. Yet owing to systematic issues in data collection including missing or misclassified data for Asian Americans and practices that lead to indiscriminate grouping of unlike individuals (for example, Chinese, Vietnamese, and Bangladeshi) together in data systems and pervasive stereotypes of Asian Americans, the drivers and experiences of health disparities experienced by these diverse groups remain unclear. The perpetual exclusion and misrepresentation of Asian American experiences in health research is exacerbated by three racialized stereotypes-the model minority, healthy immigrant effect, and perpetual foreigner-that fuel scientific and societal perceptions that Asian Americans do not experience health disparities. This codifies racist biases against the Asian American population in a mutually reinforcing cycle. In this article we describe the poor-quality data infrastructure and biases on the part of researchers and public health professionals, and we highlight examples from the health disparities literature. We provide recommendations on how to implement systems-level change and educational reform to infuse racial equity in future policy and practice for Asian American communities.
Media pembelajaran audio visual adalah media perantara yang penyerapannya melalui pandangan dan pendengaran sehingga membangun kondisi yang dapat membuat siswa mampu memperoleh pengetahuan, keterampilan, atau sikap yang dipergunakan untuk membantu tercapainya tujuan belajar. Minat adalah keinginan besar terhadap sesuatu yang terdiri dari berbagai perasaan serta pemusatan perhatian yang sengaja dan penuh kemauan yang mengarahkan individu pada suatu pilihan. Rumusan masalah yang di bahas dari penelitian ini adalah apakah ada hubungan penggunaan media pembelajaran audio visual dengan minat peserta didik pada pembelajaran pendidikan agama islam di SMAN 1 Bangkinang Kota. Berdasarkan rumusan masalah tersebut maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan penggunaan media pembelajaran audio visual dengan minat peserta didik pada pembelajaran pendidikan agama islam. Adapun manfaat dari penelitian ini bagi kepala sekolah untuk mengambil kebijakan agar guru mampu menggunakan media dalam proses pembelajaran terutama media audio visual pada materi tertentu sehingga dapat menumbuhkan minat peserta didik dalam proses pembelajaran. Jenis penelitian ini adalah korelasi (hubungan). Untuk memperoleh data dari penelitian ini, maka digunakan metode pengumpulan data melalui angket yang disebarkan kepada 77 responden. Berdasarkan hasil pengolahan dan analisis data yang telah penulis lakukan, maka diperoleh hasil dalam taraf “rendah”. Hubungan tersebut dibuktikan dengan tingkat korelasi positif sebesar 0,284 olahan SPSS dan hasil rumus Korelasi Product Moment 0,28, terletak diantara interval 0,20-0,399 kondisi tersebut berarti ditemukan adanya hubungan penggunaan media pembelajaran audio visual dengan minat peserta didik pada pembelajaran pendidikan agama islam. Jadi, rhitung > rtabel (0,28 > 0,277) dan juga thitung>ttabel (2,53 > 2,000) sehingga Ha diterima dan Ho ditolak.
Saat ini hasil belajar anak belum bisa dikatakan berhasil secara optimal dimana bagi anak slow learner, pembelajaran daring bukanlah solusi yang baik. hal ini didukung oleh tidak semua orang tua dan guru berperan secara optimal. Masalah ini menjadi salah saru alasan penelitian yang bertujuan untuk mengkaji peran guru dan orang tua dalam mengatasi kesulitan belajar matematika anak slow learner di masa pandemi covid-19. Jenis penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah kualitatif, dengan desain penelitian yang digunakan merupakan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian digunakan peneliti ada 3 yaitu satu guru mata pelajaran .matematika, satu orangtua anak ABK, dan satu kepala sekolah. Mengunakan wawancara online dan metode observasi untuk mengumpulkan data. Teknik analisis data yang digunakan adalah penyederhanaan data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran guru yakni adanya perlakuan khusus di kelas, guru selalu memantau tugas-tugas anak slow learner, dan adanya video pembelajaran matematika yang di kirimkan oleh guru via whatsapp. Adapun peran orang tua yakni merupakan pendidik bagi anak, orangtua sebagai pelindung anak, anak prioritas orangtua, dan orangtua mengetahui kondisi anak ketika di rumah. Adapun peran kepala sekolah yakni kepala sekolah membimbing guru dalam proses pembelajaran, dan adanya evaluasi untuk guru. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa guru, orangtua, dan kepala sekolah sangatlah berpengaruh dalam mengatasi kesulitan belajar anak slow learner.
The market volatility in the oil and gas (O&G) sector, the dwindling demand for oil due to the impact of COVID-19, and the push for alternative greener energy are driving the need for innovation and digitization in the O&G industry. This has attracted research interest from academia and the industry in the application of industry 4.0 (I4.0) technologies in the O&G sector. The application of some of these I4.0 technologies has been presented in the literature, but the domain still lacks a comprehensive survey of the application of I4.0 in the O&G upstream sector. This paper investigates the state-of-the-art efforts directed toward I4.0 technologies in the O&G upstream sector. To achieve this, first, an overview of the I4.0 is discussed followed by a systematic literature review from an integrative perspective for publications between 2012-2021 with 223 analyzed documents. The benefits and challenges of the adoption of I4.0 have been identified. Moreover, the paper adds value by proposing a framework for the implementation of I4.0 in the O&G upstream sector. Finally, future directions and research opportunities such as framework, edge computing, quantum computing, communication technologies, standardization, and innovative areas related to the implementation of I4.0 in the upstream sector are presented. The findings from this review show that I4.0 technologies are currently being explored and deployed for various aspects of the upstream sector. However, some of the I4.0 technologies like additive manufacturing and virtual reality are least explored.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru dalam pembelajaran membaca dan menulis di sekolah dasar. Penelitian ini dilaksanakan di SDN 151 Pekanbaru yang terhitung pada bulan Februari hingga Maret. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang bersifat deskriptif. Subjek yang digunakan pada penelitian ini adalah kepala sekolah, guru dan siswa SDN 151 Pekanbaru. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini berupa wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah Gerakan Literasi Sekolah di SDN 151 Pekanbaru khususnya kelas 4 terdiri atas beberapa program seperti membaca Al-quran, membaca buku, perpustakaan, dan pojok literasi. Peran guru dalam membaca melalui GLS yaitu membimbing siswa dalam menemukan buku bacaan yang tepat, sebagai fasilitator dengan memberikan pelayanan untuk memudahkan dalam proses pembelajaran, sebagai motivator bagi siswa dalam belajar. sedangkan peran guru dalam menulis yaitu melatih siswa dalam menciptakan suatu karya tulis, sebagai fasilitator dengan memberikan rasa senang pada siswa, dan mengevaluasi hasil kerja siswa seperti kegiatan menulis puisi, pantun dan meringkas
Rendahnya kemampuan literasi menyebabkan rendahnya minat baca di kalangan siswa sekolah dasar. Salah satu langkah pemerintah dalam meningkatkan kemampuan minat baca siswa adalah dengan proram Gerakan Literasi Sekolah (GLS). Namun berbagai kendala muncul terkait implementasi program GLS. Banyak guru yang mengeluhkan kurangnya motivasi dari kepala sekolah dan lingkungan masyarakat untuk memfasilitasi pelaksanaan GLS, selain itu guru juga mengeluhkkan waktu pelaksaan yang belum optimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan program GLS dan kendala yang dihadapi selama pelaksanaan program GLS. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang menggunakan metode kualitatif. Pengambilan sampel penelitian dilakukan dengan purposive sampling. Hasil penelitian dari dua sekolah terdapat beberapa tahapan GLS yang telah dilaksanakan, yaitu pembiasaan, pengembangan, dan pembelajaran. Pada sekolah pertama program yang dilaksanakan adalah menulis catatan harian pada hari senin, bercerita pada hari rabu, membaca 15 menit pada hari Selasa dan Kami, tadarus pada hari jumat, lomba literasi, pemanfaatan pojok baca, pemanfaatan teras baca. Sedangkan pada sekolah kedua program GLS yang telah dilaksanakan adalah pengadaan perpustakaan sekolah, serasi (Selasa Rabu Literasi), membaca bersama setiap hari Kamis
The objective of this meta-analysis was to elucidate whether there are general underlying effects of dietary tannin extract supplementation on rumen fermentation, digestibility, methane production, performance, as well as N utilisation in ruminants. A total of 70 papers comprised of 348 dietary treatments (from both in vivo and in situ studies) were included in the study. The database was then statistically analysed by the mixed model methodology, in which different experiments were considered as random effects and tannin-related factors were treated as fixed effects. The results revealed that an increased level of tannin extract inclusion in the diet lowered ruminant intake, digestibility, and production performance. Furthermore, the evidence also showed that an increased level of tannin extract decreased animal N utilisation where most of rumen by-pass protein was not absorbed well in the small intestine and directly excreted in the faeces. Due to the type of tannin extract, HT is more favourable to maintain nutrient intake, digestibility, and production performance and to mitigate methane production instead of CT, particularly when supplemented at low (<1%) to moderate (~3%) levels.
Grass moisture and ignition studies were conducted in central Sumatra, Indonesia, to develop an indicator of grass ignition potential using the Fine Fuel Moisture Code (FFMC) of the Canadian Forest Fire Weather Index System. Moisture content of live and dead grass was measured at three sites every 6 days over an 8-month period. Grass curing was highly variable but averaged 37–39% and often exceeded 50% from April to mid-August. Grass fuel loads averaged 420–722 g/m2. There was a highly significant decrease in dead grass moisture content with increasing FFMC, decreasing grass height, and decreasing total grass biomass. The FFMC was the most influential factor, explaining 54–61% of the dead grass moisture content variation. Ignition tests were applied to live and dead grass samples with specific moisture contents. The ignition threshold of dead and live grass occurred at 35.4% and 27.8% moisture content, respectively. The dead grass ignition threshold corresponded to FFMC values of 81.0–83.3 at the three study sites. Of historical hot spots in South-east Asia, 86% occurred when the FFMC was ≥78, representing the lower 95% confidence interval of the dead grass ignition threshold. The FFMC was calibrated using experimental results for fire management applications.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi sekolah dalam membentuk karakter siswa kelas V di SDN 012 Kecamatan Pasir Penyu Kabupaten Indagiri Hulu melalui pembentukan karakter religious, disiplin dan peduli lingkungan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif dengan langkah melakukan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa perencanaan strategi sekolah dalam membentuk karakter siswa kelas V dilihat dari perencanaan nya sudah baik, mulai dari kegaiatan di dalam maupun diluar kelas, sarana dan prasarana yang cukup memadai untuk mendukung terlaksana nya strategi sekolah dalam membentuk karakter siswa melalui pembentukan karakter religius, disiplin dan peduli lingkungan
This research paper presents a comprehensive comparative study assessing the quality of annotations in Turkish, Indonesian, and Minangkabau Natural Language Processing (NLP) tasks, with a specific focus on the contrast between annotations generated by human annotators and those produced by Large Language Models (LLMs). In the context of NLP, high-quality annotations play a pivotal role in training and evaluating machine-learning models. The study encompasses three core NLP tasks: topic classification, tweet sentiment analysis, and emotion classification, each reflecting a distinct aspect of text analysis. The research methodology incorporates a meticulously curated dataset sourced from a variety of text data, spanning diverse topics and emotions. Human annotators, proficient in the Turkish, Indonesian, and Minangkabau language, were tasked with producing high-quality annotations, adhering to comprehensive annotation guidelines. Additionally, fine-tuned Turkish LLMs were employed to generate annotations for the same tasks. The evaluation process employed precision, recall, and F1-score metrics, tailored to each specific NLP task. The findings of this study underscore the nuanced nature of annotation quality. While LLM-generated annotations demonstrated competitive quality, particularly in sentiment analysis, human-generated annotations consistently outperformed LLM-generated ones in more intricate NLP tasks. The observed differences highlight LLM limitations in understanding context and addressing ambiguity. This research contributes to the ongoing discourse on annotation sources in Turkish, Indonesian, and Minangkabau NLP, emphasizing the importance of judicious selection between human and LLM-generated annotations. It also underscores the necessity for continued advancements in LLM capabilities, as they continue to reshape the landscape of data annotation in NLP and machine learning.
The purpose of this study was to determine the effects of cooperative learning on students’ mathematics achievement in secondary school students inPekanbaru,Indonesia. In addition, this study also determined students’ perception concerning cooperative learning. The samples of this study consisted of 61 Form Three students. In order to control the differences of dependent variables, a pre-test was given before treatment. After treatment, a post-test was administered to both groups. Two types of instruments were used to collect the data: the mathematics achievement test and open-ended questions on cooperative learning. The pre-test and the post-test data were analyzed using t-test. Content analysis was used for the open-ended questions on cooperative learning. The results showed that there was a significant difference of mean in students’ mathematics achievement between the cooperative group and the traditional group. Content analysis data revealed that students in the cooperative group were able to increase their understanding and to develop their self-confidence.
Purpose This paper seeks to explore principals' leadership in successful Indonesian secondary schools from the perspectives of multiple sources of data. Design/methodology/approach Inspired by the ISSPP, three schools which met the set criteria of successful schools were selected to be the cases for this study. Within each, individual or group interviews were conducted with the principal, vice‐principal, three teachers, one support staff member, two groups of students, one group of parents, and the school committee president. The collected data were transcribed, coded and categorized following the emerging themes, and interpreted using inductive and deductive methods. Findings Whilst confirming several common practices of successful school leadership from earlier research, the principals from the three successful schools in Yogyakarta also demonstrated significant differences, particularly in terms of beliefs and values that underpinned their leadership. These values include Islamic and cultural beliefs and values which were strong and enduring, and which were articulated in the school leadership and strategies. The principals demonstrated ability in developing the school vision, setting strategies, building capacity, and establishing a broader network to achieve the benefits of school improvement. Originality/value The paper provides an insight into school leadership practices in the Asian context, particularly in Indonesian Muslim schools, which have suffered from a lack of attention from international researchers. The paper will also contribute to a worldview of successful school leadership characteristics and practices, the research into which has been piloted in the International Successful School Principalship Project (ISSPP).
Combinatorial optimization problems are often considered NP-hard problems in the field of decision science and the industrial revolution. As a successful transformation to tackle complex dimensional problems, metaheuristic algorithms have been implemented in a wide area of combinatorial optimization problems. Metaheuristic algorithms have been evolved and modified with respect to the problem nature since it was recommended for the first time. As there is a growing interest in incorporating necessary methods to develop metaheuristics, there is a need to rediscover the recent advancement of metaheuristics in combinatorial optimization. From the authors’ point of view, there is still a lack of comprehensive surveys on current research directions. Therefore, a substantial part of this paper is devoted to analyzing and discussing the modern age metaheuristic algorithms that gained popular use in mostly cited combinatorial optimization problems such as vehicle routing problems, traveling salesman problems, and supply chain network design problems. A survey of seven different metaheuristic algorithms (which are proposed after 2000) for combinatorial optimization problems is carried out in this study, apart from conventional metaheuristics like simulated annealing, particle swarm optimization, and tabu search. These metaheuristics have been filtered through some key factors like easy parameter handling, the scope of hybridization as well as performance efficiency. In this study, a concise description of the framework of the selected algorithm is included. Finally, a technical analysis of the recent trends of implementation is discussed, along with the impacts of algorithm modification on performance, constraint handling strategy, the handling of multi-objective situations using hybridization, and future research opportunities.
Implementasi kurikulum 2013 terkait pelaksanaan pembelajaran, menuntut guru untuk melaksanakan pembelajaran tematik integrative yang menekankan pendekatan saintifik serta menggunakan model-model pembelajaran yang sesuai dengan kurikulum 2013. Sehingga, tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran kurikulum 2013 di salah satu sekolah dasar yaitu Sekolah Dasar Negeri 017 Desa Tandan Sari, Kecamatan Tapung Hilir, Kabupaten Kampar. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian adalah guru kelas, kepala sekolah serta peserta didik. Data dikumpulkan dengan observasi, wawancara serta dokumentasi. Teknik pemeriksaan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di dalam pelaksanaan pembelajaran kurikulum 2013 guru melaksanakaan pembelajaran berdasarkan tema, akan tetapi guru menyampaikan perpindahan mata pelajaran. Di dalam Proses pembelajaran guru menggunakan 5 langkah pendekatan saintifik yaitu, mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengolah informasi, dan mengkomunikasikan. Akan tetapi di dalam proses pembelajaran guru tidak menggunakan model-model pembelajaran yang sesuai dengan kurikulum 2013. Hal ini dikarenakan pemahaman guru terkait model pembelajaran masih sangat rendah.
PAUD Sekato merupakan lembaga PAUD dengan kurikulum umum, namun lingkungan daerah tersebut penduduknya mayoritas beragama Islam, materi pendidikan agama Islam hanya diberikan dalam materi umum untuk menunjang pemahaman siswa secara sederhana. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kontribusi peran orang tua dan guru dalam pembentukan karakter Islami serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskripstif kualitatif. Subyek penelitian yaitu orang tua, guru dan kepala sekolah PAUD Sekato Desa Mandiangin, Kecamatan Minas Kabupaten Siak. Penelitian ini memaparkan hasil wawancara, observasi dan dokumentasi yang mendalam untuk dibuat kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontribusi peran orang tua dan guru dalam pembentukan karakter Islami siswa PAUD Sekato dengan mengajarkan menerapkan nilai-nilai karakter yang berlandaskan Islam, dan memantau perkembangan siswa, (2) Faktor yang mempengaruhinya adalah dukungan orang tua, kedisiplinan, profesionalisme guru, keteladanan, dan media sosial. Sedangkan faktor penghambatnya, adalah media massa, belum terselenggaranya program parenting, ada sebagian siswa yang lingkungannya tidak menceriminkan karakter Islami.
For oil palm, yield variation is in large part due to variation in the number of harvested bunches. Each successively-produced phytomer carries a female (productive), male or aborted inflorescence. Since phytomer development takes 3-4 years and nearly two phytomers are produced per month, many inflorescences develop in parallel but have different phenological stages. Environment-dependent developmental rate, sex and abortion probability determine bunch productivity, which, in turn, affects other phytomers via source-sink relationships. Water deficit, solar radiation, temperature and day length are considered key external factors driving variation. Their impact is difficult to predict because of system complexity. To address this question we built a simple model (ECOPALM) to simulate the variation in number of harvested bunches. In this model, trophic competition among organs, expressed through a plant-scale index (Ic), drives sex determination and inflorescence abortion during specific sensitive phases at phytomer level. As a supplemental hypothesis, we propose that flowering is affected by photoperiod at phytomer level during a sensitive phase, thus, contributing to seasonal production peaks. The model was used to determine by parameter optimisation the influence of Ic and day length on inflorescence development and the stages at which inflorescences are sensitive to these signals. Parameters were estimated against observation of number of harvested bunches in Ivory Coast using a genetic algorithm. The model was then validated with field observations in Benin and Indonesia. The sensitive phases determined by parameter optimisation agreed with independent experimental evidence, and variation of Ic explained both sex and abortion patterns. Sex determination seemed to coincide with floret meristem individualisation and occurred 29-32 months before bunch harvest. The main abortion stage occurred 10 months before harvest - at the beginning of rapid growth of the inflorescence. Simulation results suggest involvement of photoperiod in the determination of bunch growth dynamics. This study demonstrates that simple modelling approaches can help extracting ecophysiological information from simple field observations on complex systems.
Secara umum penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep pendidikan agama islam menurut Imam Al-Ghazali, Adapun tujuan spesifik penelitian ini adalah Untuk mengetahui pemikiran al-Ghazali tentang ilmu pengetahuan, dan untuk mengetahui pemikiran al-Ghazali tentang konsep pendidikan Islam. Untuk menjawab tujuan penelitian tersebut Dalam penelitian kepustakaan ini digunakan metode teknik analisa data kualitatif yaitu analisa data reflektif thinking, yaitu teknik analisa data dengan proses pemikiran hilir mudik. Selain itu, untuk menganalisa data yang ada, penulis juga menggunakan metode komparatif, yaitu meneliti faktor-faktor dengan situasi atau fenomena yang diselidiki dan membandingkan dari satu faktor dengan faktor lain. Temuan dari penelitian ini memperlihatkan bahwa Ilmu Pengetahuan merupakan sumber untuk memperoleh kebahagiaan di dunia dan akhirat. Dengan ilmu pengetahuan akan menjadikan manusia menjadi makhluk yang mulia dan terhormat dibandingkan makhluk lainnya. Sedangkan pemikiran al-Ghazali tentang konsep pendidikan Islam Pertama, faktor-faktor pendidikan pendidikan islam, yakni (a) tujuan utama dalam menuntut ilmu adalah untuk memperoleh kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat, maka yang dijadikan landasan utama dalam bidang pendidikan adalah al-Qur’an dan Hadis; (b) seorang pendidik harus mempunyai niat awal dalam mendidik untuk mendekatkan diri kepada Allah, menjadi tauladan bagi murid-muridnya serta mempunyai kompetensi dalam mengajar; (c) anak didik dalam belajar harus mempunyai niat untuk mendekatkan diri kepada Allah, menjauhi maksiat karena ilmu itu suci dan tidak akan deberikan kepada hal yang tidak suci, menghormati guru dan rajin belajar dengan mendalami pelajaran yang telah diberikan gurunya; (d) kurikulum sebagai alat pendidikan harus disesuaikan dengan perkembangan anak didik; (e) anak didik harus dijauhkan dari pergaulan yang tidak baik, karena lingkungan yang jelek akan mempengaruhi perkembangan anak didik, terutama dilingkungan keluarga, sekolah atau masyarakat. Kedua, wujud penerapan nilai-nilai pendidikan dalam perspektif al-Ghazali di masa sekarang ditandai dengan munculnya model-model lembaga pendidikan yang mencantumkan nilai-nilai pendidikan Islam dalam kurikulumnya, seperti sholat dhuha, tadarus al-Qur,an dan sholat berjama’ah.
Rice, the main staple food for about half of the world's population, has had the growth of its production stagnate in the last two decades. One of the ways to further improve rice production is to enhance the associations between rice plants and the microbiome that exists around, on, and inside the plant. This article reviews recent developments in understanding how microorganisms exert positive influences on plant growth, production, and health, focusing particularly on rice. A variety of microbial species and taxa reside in the rhizosphere and the phyllosphere of plants and also have multiple roles as symbiotic endophytes while living within plant tissues and even cells. They alter the morphology of host plants, enhance their growth, health, and yield, and reduce their vulnerability to biotic and abiotic stresses. The findings of both agronomic and molecular analysis show ways in which microorganisms regulate the growth, physiological traits, and molecular signaling within rice plants. However, many significant scientific questions remain to be resolved. Advancements in high-throughput multi-omics technologies can be used to elucidate mechanisms involved in microbial-rice plant associations. Prospectively, the use of microbial inoculants and associated approaches offers some new, cost-effective, and more eco-friendly practices for increasing rice production.
This paper presents the attitudes of high school students in Indonesia towards inter-ethnic and inter-religious socializing, courtship and marriage. It also explores how different personal characteristics and social conditions such as gender, ethnicity, type of school and community affect these attitudes. The basic findings come from a survey of more than 3,000 students in senior high schools in five provinces of Indonesia: Jakarta, Yogyakarta, West Sumatra, Central Kalimantan and Bali. Survey data were supplemented with data from interviews and focus group discussions with students and from participant observation in and around the same schools. The authors found that most students were positive about friendships with people of different ethnicities and different faiths. However, most students did not agree with inter-religious marriage, because they perceived that their religion forbad it. This research was part of a large team project examining how education can contribute to building a more tolerant and multicultural Indonesia.
Perkembangan tentang Literasi di Indonesia sampai saat ini masih dikatakan rendah. Hal tersebut tertulis dalam hasil kajian dari program for international student assesment ( PISA) yang mengungkapkan dalam pengetahuan membaca Indonesia menduduki tempat dengan urutan 57 dari 65 negara di dunia. Implementasi merupakan kegiatan yang dilaksanakan untuk menilai, mengevaluasi dan mengukur apakah kebijakan tersebut dapat berjalan dengan semestinya dan membutuhkan penilaian atau tidak. Literasi adalah kemampuan dalam membaca, menulis, menyimak, dan berbicara untuk mengetahui pengetahuan seseorang baik dalam lisan dan tulisan. Permasalahan yang dihadapi oleh SDN 006 Simpang Perak Jaya dalam GLS adalah rendahnya minat baca pada siswa. Waktunya yang terlalu singkat hanya 15 menit. Kemudian jumlah siswa yang banyak dalam satu kelas terkadang membuat siswa kurang terkontrol oleh guru serta rotasi pertukaran buku dengan Pabrik RAPP yang tidak terjadwal dalam pertahunnya terkadang membuat siswa merasa bosan dengan buku yang itu-itu saja. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembiasaan di dalam dan di luar kelas Gerakan Literasi Sekolah SDN 006 Simpang Perak Jaya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Pengumpulan data yang dilakukan lewat teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Temuan penelitian menunjukkan hasil sebagai berikut. Terdapat beberapa pembiasaan di dalam kelas seperti membaca 15 menit, mading dan pertukaran buku antar kelas. Sedangkan pembiasaan di luar kelas adalah kunjungan taman baca dan kunjungan perpustakaan