Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan
governmentJakarta, Indonesia
Research output, citation impact, and the most-cited recent papers from Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Indonesia). Aggregated across the NobleBlocks index of 300M+ scholarly works.
Top-cited papers from Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan
Metode penelitian merupakan sarana bagi peneliti untuk mengkomunikasi pemikiranya mengenai masalah yang diteliti dan berfungsi untuk menyakinkan pembaca atau penilai untuk memberikan manfaat terkait dengan disiplin ilmu yang bersangkutan. Metode diartikan sebagai suatu cara atau teknis yang dilakukan dalam suatu proses penelitian. Metodologi adalah analisis untuk memahami berbagai aturan, prosedur dalam metode tersebut. Sedangkan penelitian, dari kata ‘teliti’ didefinisikan sebagai kegiatan pengumpulan dan pengolahan data, disajikan secara sistematis dan objektif. Penelitian adalah sebagai suatu proses pengumpulan dan analisis data yang dilakukan secara sistematis dan logis untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu. . Penelitian merupakan gambaran rancangan dan prosedur yang terdiri dari rumusan masalah, tempat penelitian, indentifikasi masalah, sampai dengan teknik pengumpulan data yang fokus terhadap masalah tertentu. Metodologi Penelitian merupakan langkah persiapan sebelum terjun ke lapangan (yang dalam penulisan laporan penelitian biasa dimasukkan dalam bab III Metodologi penelitian) perlu dinyatakan: (1) tempat dan waktu penelitian (2) metode penelitian, (3) teknik pengambilan sampel, (4) instrumen penelitian, (5) teknik pengumpulan data, (6) kriteria dan teknik pemeriksaan keabsahan data, dan (7) teknik analisis data. Dasar-Dasar Perencanaan Pendidikan merupakan mata kuliah yang perlu di kaji secara seksama di dalam bidang pendidikan. Selain dalam bidang pendidikan, di dalam penelitian pun memerlukan sebuah perencanaan sehingga langkah-langkah yang diambil dapat mengantarkan peneliti mencapai tujuan yang diinginkan.
Plasmodium vivax threatens almost 40% of the world's population, resulting in 132-391 million clinical infections each year. Most of these cases originate from Southeast Asia and the Western Pacific, although a significant number also occurs in Africa and South America. Although often regarded as causing a benign and self-limiting infection, there is increasing evidence that the overall burden, economic impact, and severity of disease from P. vivax have been underestimated. Malaria control strategies have had limited success and are confounded by the lack of access to reliable diagnosis, emergence of multidrug resistant isolates, the parasite's ability to transmit early in the course of disease and relapse from dormant liver stages at varying time intervals after the initial infection. Progress in reducing the burden of disease will require improved access to reliable diagnosis and effective treatment of both blood-stage and latent parasites, and more detailed characterization of the epidemiology, morbidity, and economic impact of vivax malaria. Without these, vivax malaria will continue to be neglected by ministries of health, policy makers, researchers, and funding bodies.
In 2008–2009 the Makassar throughflow profile changed dramatically: the characteristic thermocline velocity maximum increased from 0.7 to 0.9 m/sec and shifted from 140 m to 70 m, amounting to a 47% increase in the transport of warmer water between 50 and 150 m during the boreal summer. HYCOM output indicates that ENSO induced change of the South China Sea (SCS) throughflow into the Indonesian seas is the likely cause. Increased SCS throughflow during El Niño with a commensurate increase in the southward flow of buoyant surface water through the Sulu Sea into the northern Makassar Strait, inhibits tropical Pacific surface water injection into Makassar Strait; during La Niña SCS throughflow is near zero allowing tropical Pacific inflow. The resulting warmer ITF reaches into the Indian Ocean, potentially affecting regional sea surface temperature and climate.
To help stem the precipitous decline of coral reef ecosystems world-wide, conservation efforts are focused on establishing interconnected reserve networks to protect threatened populations. Because many coral reef organisms have a planktonic or pelagic larval dispersal phase, it is critical to understand the patterns of ecological connectivity between reserve populations that result from larval dispersal. We used genetics to infer dispersal patterns among 24 Indo-West Pacific populations of the mantis shrimp, Haptosquilla pulchella. Contrary to predictions of high dispersal facilitated by the strong currents of the Indonesian throughflow, mitochondrial DNA sequences from 393 individuals displayed striking patterns of regional genetic differentiation concordant with ocean basins isolated during periods of lowered sea level. Patterns of genetic structuring indicate that although dispersal within geographical regions with semicontiguous coastlines spanning thousands of kilometres may be common, ecologically meaningful connections can be rare among populations separated by as little as 300 km of open ocean. Strong genetic mosaics in a species with high dispersal potential highlight the utility of genetics for identifying regional patterns of genetic connectivity between marine populations and show that the assumption that ocean currents will provide ecological connectivity among marine populations must be empirically tested in the design of marine reserve networks.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan motivasi dan prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran KKPI antara siswa yang menggunakan model face-to-face learning dan siswa yang menggunakan model blended learning, peningkatan motivasi dan prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran KKPI akibat penerapan model blended learning, dan interaksi pengaruh penerapan model pembelajaran dan motivasi terhadap prestasi belajar KKPI siswa SMKN 1 Paringin. Penelitian kuasi eksperimen ini menggunakan dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen yang menggunakan model blended learning dan kelompok kontrol yang menggunakan model face-to-face learning. Populasi penelitian adalah siswa kelas XI SMKN 1 Paringin. Sampel penelitian berjumlah 57 siswa terbagi atas 30 siswa kelompok kontrol dan 27 siswa kelompok eksperimen. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan tes soal pilihan ganda. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan yang signifikan antara motivasi dan prestasi belajar siswa yang menggunakan model blended learning dan siswa yang menggunakan model face-to-face learning, ada peningkatan motivasi dan prestasi belajar siswa yang signifikan akibat penerapan model blended learning, dan tidak terdapat interaksi pengaruh penerapan model pembelajaran dan motivasi terhadap prestasi belajar siswa. THE INFLUENCE OF BLENDED LEARNING MODEL ON MOTIVATION AND ACHIEVEMENT OF VOCATIONAL SCHOOL STUDENTAbstractThe objective of the study is to reveal the differences of the learning motivation and achievement of the students using face-to-face learning model compared to those using blended learning model, the improvement of students’ learning motivation and achievement due to the use of blended learning model, and the interaction of the effect of learning model and motivation on students’ learning achievement in KKPI lesson. This quasi-experimental study used two groups: the experimental group who were taught using blended learning and control group who were taught using face-to-face learning. The population was 11th grade students of SMKN 1 Paringin. A sample of 57 students was divided into 2 groups, with 30 students as the control group and 27 students as the experimental group. The techniques for collecting the data were a test method by giving a written test and non-testing method by distributing a questionnaire. The results of study show that there is significant difference between the learning motivation and achievement of the students using face-to-face learning compared to those using blended learning model, there is a significant increase in learning motivation and achievement due to the use of blended learning model, and there is no interaction of the effect of learning model and motivation on students’ learning achievement in KKPI lesson.
Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan e-modul aljabar berorientasi pemecahan masalah, mengetahui kefektifan penggunaan e-modul dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis mahasiswa serta mengetahui tanggapan mahasiswa terhadap penggunaan e-modul dalam perkuliahan aljabar. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan rancangan penelitian pengembangan dengan mengadopsi model Plomp yang meliputi beberapa fase seperti: 1) fase investigasi awal; 2) fase design/perancangan; 3) fase realisasi/konstruksi; 4) fase tes, evaluasi dan revisi; dan 5) fase implementasi. Penelitian ini tidak sampai pada tahap implementasi karena waktu yang tidak memungkinkan. Hasil yang diperoleh melalui penelitian ini adalah sebagai berikut. 1) E-modul yang telah disusun berkualitas baik, namun masih perlu disempurnakan lagi. 2). Penggunaan e-modul dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis mahasiswa. 3) Tanggapan mahasiswa terhadap penggunaan e-modul dalam perkuliahan adalah sangat positif. Kata Kunci: e-modul, keterampilan berpikir kritis, pemecahan masalah
Abstrak: Penelitian ini merupakan penelitian deskripsi yang dilakukan pada 39 SMA Rujukan yang ada di Provinsi DKI Jakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pembelajaran abad 21 dalam Kurikulum 2013 pada mata pelajaran Fisika di SMA Rujukan Provinsi DKI Jakarta. Fokus penelitian diarahkan pada empat sub variabel yaitu; (1) perencanaan pembelajaran; (2) pelaksanaan pembelajaran; (3) penilaian pembelajaran; dan (4) pengawasan pembelajaran. Responden yang dilibatkan dalam penelitian adalah guru mata pelajaran Fisika. Pada penelitian ini digunakan angket untuk mengumpulkan data dan menggunakan skala Likert dengan skor 1 sampai 4. Selanjutnya, data tersebut diolah dengan menggunakan teknis analisis deskriptif persentase. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, khususnya bagi Direktorat Pembinaan SMA, mengenai kondisi riil di lapangan berkaitan dengan implementasi Kurikulum 2013 SMA sehingga dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam pengambilan kebijakan selanjutnya. Kata Kunci: Pembelajaran Abad 21, Kurikulum 2013, Fisika, SMA Rujukan Abstract: This research is a description research conducted from 39 SMA Rujukan in Province of DKI Jakarta. This study aims to describe the implementation of 21st century learning in Curriculum 2013 in the subject matter of physics at SMA Rujukanin Province of DKI Jakarta. The focus research is directed to four sub variables namely; (1) planning of learning; (2) implementing of learning; (3) assessment of learning; & (4) monitoring of learning. Respondents in this research are teacher of Physics subject. This study used questionnaires to collect data and use Likert scale with a score of 1 to 4. Furthermore, the data is processed by using technical analysis descriptive percentage. The results of this study are expected to be an input or recommendation for the Ministry of Education and Culture, especially for the Directorate of High School Development, regarding with the real conditions in the school related to the implementation of Curriculum 2013 so it can be taken into consideration for the next policy making. Keywords: 21st Century Learning, Curriculum 2013, Physics, SMA Rujukan
Kebijakan Merdeka Belajar-Kampus Merdeka dikeluarkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Nadiem Anwar Makarim. Kebijakan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kompetensi lulusan, baik soft skills maupun hard skills , agar lebih siap dan relevan dengan kebutuhan zaman, menyiapkan lulusan sebagai pemimpin masa depan bangsa yang unggul dan berkepribadian. Program-program experiental learning dengan jalur yang fleksibel diharapkan akan dapat memfasilitasi mahasiswa mengembangkan potensinya sesuai dengan passion dan bakatnya. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskripsi. Data yang dianalisis ialah berupa Buku Panduan Merdeka Belajar-Kampus Merdeka terbitan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (terbit tahun 2020) dan kegiatan pembelajaran di dalam Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Ahmad Dahlan, terutama pada TA 2019/2020. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep Merdeka Belajar-Kampus Merdeka terwujud dalam delapan bentuk kegiatan pembelajaran, yaitu pertukaran pelajar, magang/praktik kerja, asistensi mengajar di satuan pendidikan, penelitian/riset, proyek kemanusiaan, kegiatan wirausaha, studi/proyek independen, dan membangun desa/kuliah kerja nyata tematik. Di Program Studi PBSI FKIP UAD, terdapat mata kuliah Penyuntingan yang mendorong mahasiswa untuk magang penyuntingan di penerbit Samudra Biru dan K-Media, mata kuliah KKN yang mendorong mahasiswa aktif membangun desa, dan mata kuliah Penelitian Bahasa, Penelitian Sastra, dan Penelitian Pendidikan yang mendorong mahasiswa melakukan penelitian. Kata kunci: Merdeka Belajar, Kampus Merdeka, Pendidikan Bahasa Indonesia
Penelitian tentang pengembangan media pembelajaran berbasis audio visual pada materi koloid telah dilakukan di kelas XI MIPA4 SMA Negeri 12 Banda Aceh. Tujuan khusus penelitian ini adalah untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa dengan menggunakan media audio visual serta menguji tingkat kelayakan dari media yang dihasilkan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (R D) dengan menggunakan model pengembangan ADDIE. Subjek penelitian berjumlah 24 orang yang terdiri dari 8 siswa dan 16 siswi. Teknik pengumpulan data diperoleh dari angket validasi media, angket motivasi belajar dan soal tes. Instrumen yang digunakan adalah lembar validasi media, lembar angket motivasi belajar dan lembar soal tes. Teknik analisis data yang digunakan adalah penilaian kelayakan media, motivasi dan hasil belajar siswa. Hasil uji validasi media dari validator menghasilkan nilai rata-rata sebesar 86,43% termasuk dalam kategori sangat layak. Nilai rata-rata angket uji kelayakan media dari guru (respon guru) yaitu sebesar 94,28% termasuk dalam kategori sangat layak. Nilai rata-rata hasil angket motivasi belajar yaitu sebesar 86,46% termasuk dalam kategori sangat baik dan nilai rata-rata dari soal tes hasil belajar yaitu sebesar 77,02% termasuk dalam kategori tinggi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah media pembelajaran berbasis audio visual pada materi koloid sangat layak digunakan dalam proses belajar mengajar serta dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa.
Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui kualitas hasil pengembangan asesmen proyek dalam pembelajaran IPA, (2) mengetahui efektivitas asesmen proyek dalam pembelajaran IPA. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model ADDIE. Model ADDIE terdiri atas lima tahapan yaitu analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Kelima tahapan model pengembangan ini, dijadikan acuan dalam memproduksi dan memvalidasi asesmen proyek yang dikembangkan. Validasi asesmen proyek dilakukan oleh satu ahli isi mata pelajaran, satu ahli desain pembelajaran, satu ahli asesmen Pembelajaran dan 29 siswa uji coba lapangan. Efektivitas asesmen proyek dilakukan oleh 29 siswa menggunakan desain penelitian pretest dan posttest. Data dikumpulkan dengan metode kuisioner dan tes. Dengan instrumen tes yang digunakan berupa tes objektif. Dalam analisis data, digunakan analisis deskriptif kualitatif, kuantitatif dan statistik inferensial/induktif uji-t. Hasil penelitian ini adalah 1) kualitas hasil pengembangan asesmen menurut review ahli dan siswa yaitu: a) ahli bidang studi 96%; b) ahli desain pembelajaran 92%; c) ahli asesmen pembelajaran 94% yang semuanya tiga ahli pada kategori sangat baik serta d) uji coba lapangan 91,7% yang berada pada kategori sangat baik; 2) Efektivitas hasil pengembangan asesmen menunjukkan signifikansi yang diperoleh adalah thitung = 13,693 > ttabel =2,000. Ini berarti terdapat perbedaan yang signifikan pada hasil belajar siswa sebelum dan sesudah menggunakan asesmen proyek.
This research article found that (1) the quality of facilities and infrastructure at SMK AL Huda Turalak has an average rate of 46.83 classified as medium clarification because it is in the range of scores between 46.15 to 52.00; (2) the learning interest of SMK AL Huda Turalak students has an average of 47.32, it is included in the medium category because it is in the range of scores between 46.15 to 52.00; and (3) there is an influence between the quality of facilities and infrastructure on students' interest in learning at Al-Huda Turalak Vocational School. This is obtained from the analysis of SPSS 20, from the analysis it is known that the sig (2-tailed) value of 0.001 <0.05, then H0 is rejected and the correlation coefficient value of 0.405 is classified as moderate interpretation. From the data above shows that there is an influence between the quality of facilities and infrastructure on students' interest in learning PAI at Al-Huda Turalak Vocational School. Then the correlation is r = 0.405 or 40.5%, and the number lies in the number 0.410-0.60, meaning the correlation between the X variable and the Y variable is moderate. While 59.5% of student interest is influenced by other factors.
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh budaya organisasi terhadap kinerja pegawai. Untuk mengetahui dan menganalisis apakah lingkungan kerja memoderasi pengaruh budaya organisasi dengan kinerja pegawai. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh pegawai PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Sumatera Utara yang berjumlah 168 pegawai. Jumlah sampel yang digunakan pada penelitian ini berjumlah 118 pegawai dengan menggunakan metode sampel jenuh dan untuk mengetahui berapa minimal sampel yang dibutuhkan jika ukuran populasi diketahui adalah dengan menggunakan rumus slovin. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer, yaitu dengan cara penyebaran kuesioner/angket. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis data kuantitatif dengan menggunakan metode statistik. Metode statistik yang digunakan adalah Partial Least Square (PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan dari variabel budaya organisasi terhadap variabel kinerja pegawai pada PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Sumatera Utara. Lingkungan kerja tidak dapat memoderasi hubungan antara variabel budaya organisasi terhadap kinerja pegawai. Oleh karena itu, lingkungan kerja bukan variabel moderating dalam penelitian ini. Artinya variabel lingkungan kerja tidak dapat memperkuat atau memperlemah hubungan antara budaya organisasi terhadap kinerja pegawai.
The research objective was to determine the aplication of the principles of good governance to village officials in public services in the Ciro-ciroe village, Watang Pulu district, Sidenreng Rappang district and to determine the factors that influenca it. The population of this study was 1356 people, while the research sampel used total probability sampling amounting to 92 people. Data collectiontechniques used in this study are to use observation techniques, interviews, literature study and questionnaires. The data collected was then analyzed using frequency and percentage tables. 
 The result sof this study indicate that the principles of good governance apparatus in the village of Ciro-ciroe Kacamatan Watang Pulu, Sidenreng Rappang Regency above, then the average percentage is obtained, namely 78,12%. So it can beconcluded that this indicatoris in the very good category. Public servants of the ciro-ciroe village apparatus Watang Pulu district Sidenreng Rappang district above, then the average percentage result it 69,83%. So it can be concluded that this indicator is in the quite good category. As for the factors that most influenca the application of the principles of good governance to village officials in public services in the Ciro-ciroe village Watang Pulu sub-district, Sidenreng Rappang district above, the average percentage result is 71,96%. So it can be concluded that this indicator is in the quite good category.
This study aims to determine differences simultaneously in motivation and mathematics learning outcomes between students taking project based learningmodel charged ethnomathematics and students who followed the conventional learning modelon the class VIII SMP Negeri 3 Abiansemalyear 2016/2017. It was a quasi experiment with a sample of 71 student obtain by using simple random sampling. The data were analyzed by one-way multivariate analysis (Manova).The results of this study indicate that there are differences in simultaneously in learning motivation and learning outcomes between students taking mathematics model project based learning charged ethnomathematics and students who followed the conventional learning model on the class VIII SMP Negeri 3 Abiansemal year 2016/2017. Besed on the research findings, junior high school teachers are suggested to improve their student learning outcome for mathematics. Teachers also need to use a learning models accurately and correctly.
In shrimp aquaculture, farming systems are carefully managed to avoid rearing failure due to stress, disease or mass mortality, and to achieve optimum shrimp production. However, little is known about how shrimp farming systems affect biogeochemical parameters and bacterial communities in rearing water, whether high stocking densities (intensive system) will increase the abundance of pathogenic bacteria. In this study, we characterized bacterial communities in shrimp ponds with different population densities. Water quality, such as physical parameters, inorganic nutrient concentrations and cultivable heterotrophic bacterial abundances, including potential pathogenic Vibrio, were determined in moderate density/semi-intensive (40 post-larvae m-3) and high density/intensive shrimp ponds (90 post-larvae m-3), over the shrimp cultivation time. Free-living and particle-attached bacterial communities were characterized by amplicon sequencing of the 16S rRNA gene. Suspended particulate matter (SPM), salinity, chlorophyll a, pH and dissolved oxygen differed significantly between semi-intensive and intensive systems. These variations contrasted with the equal abundance of cultivable heterotrophic bacteria and inorganic nutrient concentrations. Bacterial communities were dominated by Gammaproteobacteria, Alphaproteobacteria, Flavobacteriia, Bacilli, and Actinobacteria. Halomonas and Psychrobacter were the most dominant genera in the particle-attached fractions, while Salegentibacter, Sulfitobacter, and Halomonas were found in the free-living fractions of both systems. Redundancy analysis indicated that among the observed environmental parameters, salinity was best suited to explain patterns in the composition of both free-living and particle-attached bacterial communities (R²: 15.32% and 12.81%, respectively), although a large fraction remained unexplained. Based on 16S rRNA gene sequences, aggregated particles from intensive ponds loaded a higher proportion of Vibrio than particles from semi-intensive ponds. In individual ponds, sequence proportions of Vibrio and Halomonas displayed an inverse relationship that coincided with changes in pH. Our observations suggest that high pH-values may suppress Vibrio populations and eventually pathogenic Vibrio. Our study showed that high-density shrimp ponds had a higher prevalence of Vibrio, increased amounts of SPM, and higher phytoplankton abundances. To avoid rearing failure, these parameters have to be managed carefully, for example by providing adequate feed, maintaining pH level, and removing organic matter deposits regularly.
The latitudinal diversity gradient (LDG) is one of the most recognized global patterns of species richness exhibited across a wide range of taxa. Numerous hypotheses have been proposed in the past two centuries to explain LDG, but rigorous tests of the drivers of LDGs have been limited by a lack of high-quality global species richness data. Here we produce a high-resolution (0.025° × 0.025°) map of local tree species richness using a global forest inventory database with individual tree information and local biophysical characteristics from ~1.3 million sample plots. We then quantify drivers of local tree species richness patterns across latitudes. Generally, annual mean temperature was a dominant predictor of tree species richness, which is most consistent with the metabolic theory of biodiversity (MTB). However, MTB underestimated LDG in the tropics, where high species richness was also moderated by topographic, soil and anthropogenic factors operating at local scales. Given that local landscape variables operate synergistically with bioclimatic factors in shaping the global LDG pattern, we suggest that MTB be extended to account for co-limitation by subordinate drivers.
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Usaha Kecil dan Menengah secara digital sebagai strategi dalam menghadapi era Pasar Bebas. Penelitian ini dilakukan berdasarkan desk research and indepth interview terhadap 70 UKM Kampung UKM Digital Skoci (Bandung) dan Trusmi (Cirebon). Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan metode kualitatif dan teknik analisis data SWOT untuk merumuskan strategi dan program jangka pendek, menengah, dan panjang. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini menunjukkan bahwa diperlukannya strategi pengembangan secara digital terhadap UKM dalam penyediaan infrastruktur ICT, proses produksi, dan perluasan pasar baik dalam jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang agar para UKM memiliki daya saing dan meningkatkan kinerjanya.Kata kunci : strategi, UKM, digital, daya saing, kinerja, dan ICT
Tugas ini adalah untuk memenuhi nilai mata kuliah metodologi penelitian kualitatif
The purpose of the study was to measure students’ mathematical literacy achievement at secondary education level on the international test design adjusted to the context of Indonesia, and to analyze factors affecting the achievement. In addition, to conducting test, the survey was also administered to obtain data on the test participant students, maths teachers, and their educational background. Sampling was done by using a multi-stage stratified random sampling. This research revealed that the literacy achievement of students was still low, but the disparity of literacy achievement among cities was varied. Student literacy achievement in Yogyakarta was relatively evenly compared to other cities. Uncertainty and data is the most easily content compared to other mathematical contents. Examined from the aspect of context, scientific is the lowest achieved by students.The test items that measure higher order thinking skills (HOTS) had not been well mastered by students. There are number of determinants of mathematics literacy achievement, namely personal factor, instructional factor, and environmental factor. The conclusion of the study is students’ mathematical literacy at secondary educationlevel was still low, although the design of international test used had been adjusted by the Indonesian context.ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengukur capaian literasi matematika siswa jenjang pendidikan menengah dengan menggunakan desain tes internasional yang disesuaikan dengan konteks Indonesia, serta menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi capaian literasi tersebut. Di samping melakukan tes kepada siswa SMA/MA, survei juga dilakukan untuk memperoleh data siswa peserta tes, guru matematika, dan latar belakang pendidikan. Penarikan sampel dilakukan dengan teknik multi-stage stratified random sampling. Hasil penelitian mengungkapka capaian literasi siswa masih rendah, namun disparitas capaian literasi antarkota cukup bervariasi. Capaian literasi siswa Yogyakarta relatif merata dibandingkan dengan kotakota lainnya. Uncertainty and data merupakan konten yang paling mudah dibandingkan dengan konten matematika lainnya. Dikaji dari aspek konteks, scientific merupakan konteks yang paling rendah dicapai siswa. Adapun soal-soal tes yang mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi (higher order thinking skills-HOTS) belum mampu dikuasai siswa dengan baik. Terdapat sejumlah faktor determinan dari capaian literasi matematika tersebut, yaitu faktor personal, faktor instruksional, dan faktor lingkungan. Kesimpulan studi adalah literasi matematika siswa jenjang pendidikan menengah masih rendah, meskipun desain tes internasional yang digunakan telah disesuaikan dengan konteks Indonesia.
Tujuan penelitian untuk mengungkapkan pengaruh potensi kepribadian wirausaha, pengetahuan kewirausahaan, dan lingkungan keluarga terhadap minat berwirausaha. Penelitian menggunakan pendekatan ex post facto. Populasi adalah siswa SMK Rumpun Pertanian di Daerah Istimewa Yogyakarta. Sampel sebanyak 113 responden ditentukan menggunakan teknik proportional random sampling. Data dikumpulkan dengan instrumen angket dan tes. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensia. Penelitian menunjukkan minat berwirausaha relatif rendah (48,67%), potensi kepribadian wirausaha memberi pengaruh cukup berarti terhadap minat berwirausaha (27,3%), pengetahuan kewirausahaan berpengaruh berarti terhadap minat berwirausaha (13,7%), lingkungan keluarga memberi pengaruh yang berarti terhadap minat berwirausaha (22%). Terdapat pengaruh secara bersama-sama antara potensi kepribadian wirausaha, pengetahuan kewirausahaan, dan lingkungan keluarga sebesar 42,2 persen terhadap minat berwirausaha. THE EFFECT OF ENTREPRENEUR PERSONALITY, ENTREPRENEURSHIP KNOWLEDGE, AND ENVIRONMENT ON ENTREPRENEURIAL INTEREST OF VOCATIONAL HIGH SCHOOL STUDENTSAbstractThe Effect of Potential Entrepreneur Personality, Entrepreneurship Knowledge, and Environment on Entrepreneurial Interest of Vocational High School Students. The purposes of this research are to reveal the effect of potential entrepreneur personality, entrepreneurship knowledge, and environment on the entrepreneurial interest. This study uses the ex post facto approach. The population is Agriculture vocational high school students in Daerah Istimewa Yogyakarta. A sample of 113 respondents is established using the proportional random sampling technique. The data are collected using questionnaires and a test. The data are analyzed using descriptive statistics and statistical inference. The results show that almost half (48.67) of students have a low entrepreneurial interest. The results also show that potential entrepreneur personality gives a positive and significant effect on entrepreneurial interest (27.3%). Entrepreneurship knowledge has a significant positive effect on entrepreneurial interest (13.7%). Family environment has a significant positive effect on entrepreneurial interest (22%). The potential entrepreneur personality, entrepreneurship knowledge, and family environment collectively have the effect of 42.2 percent on the entrepreneurial interest.