Universitas PGRI Semarang
UniversitySemarang, Indonesia
Research output, citation impact, and the most-cited recent papers from Universitas PGRI Semarang (Indonesia). Aggregated across the NobleBlocks index of 300M+ scholarly works.
Top-cited papers from Universitas PGRI Semarang
This study explores the perceptions of primary school teachers of online learning in a program developed in Indonesia called School from Home during the COVID-19 Pandemic. Data were collected through surveys and semi-structured interviews with 67 class teachers in primary schools. Data analysis used thematic analysis of qualitative data. The analysis results found four main themes, namely, instructional strategies, challenges, support, and motivation of teachers. This research contributes to the literature of online collaborative learning between teachers, parents, and schools that impact student success. Broadly, the success of online learning in Indonesia during the COVID-19 Pandemic was determined by the readiness of technology in line with the national humanist curriculum, support and collaboration from all stakeholders, including government, schools, teachers, parents and the community.
Birokrasi yang telah dibangun oleh pemerintah sebelum era reformasi telah membangun budaya demokrasi yang kental dengan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). Akan tetapi, pemerintahan pascareformasi pun tidak menjamin keberlangsungan reformasi birokrasi terealisasi dengan baik. Kurangnya komitmen pemerintah pascareformasi terhadap reformasi birokrasi cenderung berbanding lurus dengan kurangnya komitmen pemerintah terhadap pemberantasan KKN yang sudah menjadi penyakit akut dalam birokrasi pemerintahan Indonesia selama ini. Sebagian masyarakat memberikan cap negatif terhadap komitmen pemerintah pascareformasi terhadap reformasi birokrasi. Ironisnya, sebagian masyarakat Indonesia saat ini, justru merindukan pemerintahan Orde Baru yang dianggap dapat memberikan kemapanan kepada masyarakat, walaupun hanya kemapanan yang bersifat semu. Untuk itu reformasi birokrasi merupakan solusi yang sangat mendasar dengan melakukan perubahan, baik mind set, maupun culture set penyelenggara negara dari mental yang bersifat mengawasi, mengontrol dan menguasai masyarakat (colonial paradigm), menjadikan penyelenggaraan negara (birokrasi) yang pro kepada good public service serta tata kelola pemerintahan yang dapat meminalisir terjadinya tindakan KKN baik pada tingkat suprastruktur dan infrastruktur penyelenggara Negara, dan penegakan supremasi hukum. Kata kunci : Reformasi, Birokrasi, Publik.
Siswa berkesulitan belajar matematika sering melakukan kekeliruan dalam belajar berhitung dan kekeliruan dalam menyelesaikan soal cerita. Kesulitan yang sering dialami oleh siswa yaitu kesulitan saat mengerjakan soal cerita karena kurang mampu memahami maksud soal dan kebingungan saat menentukan operasi hitung yang akan dipakai. Metode penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian yaitu siswa kelas IV dan guru kelas IV. Prosedur pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, teknik tes dan dokumentasi. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa siswa kelas IV yang berjumlah 10 siswa dari 15 siswa mengalami kesulitan belajar matematika dalam menyelesaikan soal cerita. Kesulitan belajar matematika menyelesaikan soal cerita yang terjadi di kelas IV SD Negeri Tambakrejo 03 meliputi kesulitan memahami konsep, kesulitan dalam keterampilan, dan kesulitan memecahkan masalah.Kata Kunci: Kesulitan Belajar, Kesulitan Pemecahan Masalah Matematika, Soal CeritaStudents having difficulty learning mathematics often make mistakes in learning to count and mistakes in solving story problems. Difficulties that are often experienced by students are difficulties when working on story problems because they are not able to understand the purpose of the questions and confusion when determining the arithmetic operations that will be used. Descriptive qualitative research methods. Sources of research data are students in class IV and teacher in class IV. Data collection procedures used are observation, interviews, test techniques and documentation. The results of the study showed that 10th grade students totaling 10 students out of 15 students had difficulty learning mathematics in solving story problems. Difficulty in learning mathematics to solve story problems that occur in class IV SD Negeri Tambakrejo 03 includes difficulty understanding concepts, difficulties in skills, and difficulty solving problems.Keywords: Difficulties In Studying, Difficulty Solving Math Problems, Story Problems
Latar belakang dalam penelitian ini adalah Untuk mengetahui apakah terdapat dampak yang ditimbulkan terhadap penggunaan gadget (dampak positif maupun dampak negatif) terhadap perkembangan mental anak usia sekolah dasar di SD Muhammadiyah 11 Semarang terutama di kelas V. Tujuan yang ingin dicapai pada penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dampak penggunaan gadget terhadap perkembangan psikologi anak usia sekolah dasar di SD Muhammadiyah 11 Semarang.Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, sehingga data yang dihasilkan berupa kata dan kalimat. Oleh karena itu peran orang tua terhadap anak-anaknya harus selalu dilakukan. Jangan sampai orangtua mengandalkan gadget untuk menemani anak, dan orangtua membiarkan anak lebih mementingkan gadget supaya tidak merepotkan orangtua. Dengan cara mengontrol setiap konten yang ada di gadget anak-anaknya. Orangtua harus bisa mengajak diskusi dalam arti adanya tanyajawab mengenai isi dari semua gadget yang dimiliki anak-anaknya. Ini artinya waktu bermain adalah waktu yang bermanfaat. Anak bisa belajar lewat waktu bermain. Selama waktu itu anak bisa meniru tingkah laku orang dewasa, mengembangkan daya imajinasi dan kreatifitasnya. Sehingga dapat disimpulkan bahwa memberikan gadget pada anak tanpa adanya pengawasan orang dewasa atau orang yang lebih tua memang akan cenderung menimbulkan beberapa dampak negatif.Kata Kunci: Dampak, Perkembangan Psikologi anak Sekolah Dasar, GadgetThe background in this research is to find out whether there is an impact on the use of gadgets (both positive and negative impacts) on the mental development of elementary school-age children at SD Muhammadiyah 11 Semarang, especially in class V. The purpose of this study is to describe the impact of the use of gadgets on the psychological development of elementary school age children at SD Muhammadiyah 11 Semarang. This research method uses a qualitative approach, so that the data generated in the form of words and sentences. Therefore the role of parents towards their children must always be done. Do not let parents rely on gadgets to accompany their children, and parents let children prioritize more on gadgets so that they do not bother parents. By controlling every piece of content in their children's gadgets. Parents should be able to invite discussion in the sense of question and answer about the contents of all the gadgets that their children have. This means playing time is a useful time. Children can learn through play time. During that time children can imitate adult behavior, develop their imagination and creativity. So it can be concluded that giving gadgets to children without adult supervision or older people will indeed tend to cause some negative impacts.Keywords: Dampak, Perkembangan Psikologi anak Sekolah Dasar, Gadget.
Penelitian ini menggunakan metodologi penelitian Research and Development (R&D). Langkah-langkah untuk mengembangkan media interaktif berbasis macromedia flash 8 menggunakan prosedur pengembangan model Borg and Gall.Kevalidan media diperoleh dari hasil validasi ahli yang terdiri dari dua ahli media dan dua ahli materi. Hasil yang diperoleh dari ahli materi I 98,33% dan ahli materi II 90% .Hasil yang diperoleh ahli media I 97,5% dan ahli media II 100% dengan kriteria “Sangat Layak Digunakan”. Kepraktisan media diperoleh melalui angket tanggapan siswa dan guru kelas II SDN Sidomulyo, SDN 1 Babadan dan SDN Purworejo terhadap media interaktif berbasis macromedia flash 8. Hasil angket tanggapan siswa kelas II SDN Sidomulyo 98,73%, SDN 1 Babadan 98,88%, dan SDN Purworejo 100%. Hasil angket tanggapan guru kelas II SDN Sidomulyo 97,5%, SDN 1 Babadan 97,5% dan SDN Purworejo 100% dengan kriteria “Sangat Layak Digunakan”. Kesimpulan bahwa media interaktif berbasis macromedia flash 8 valid dan praktis digunakan pada tema pengalamanku kelas II Sekolah Dasar.
Pembelajaran berdiferensiasi merupakan salah satu strategi yang dapat digunakan guru untuk memenuhi kebutuhan setiap siswa. Diferensiasi adalah proses belajar mengajar di mana siswa mempelajari materi pelajaran berdasarkan kemampuannya, apa yang mereka sukai, dan kebutuhan individu mereka sehingga mereka tidak frustrasi dan merasa gagal selama proses pembelajaran. Guru harus mengatur bahan pelajaran, kegiatan, tugas sehari-hari yang diselesaikan di kelas dan di rumah, dan penilaian akhir berdasarkan kesiapan siswa untuk mempelajari materi pelajaran, minat atau hal apa yang disukai siswa dalam belajar, dan cara menyampaikan pelajaran yang sesuai dengan profil belajar siswa yang diajarnya. Ada empat aspek pembelajaran berdiferensiasi yang berada di bawah kendali guru: konten, proses, produk, dan lingkungan atau iklim pembelajaran di kelas. Guru dapat memutuskan bagaimana keempat elemen ini akan dimasukkan ke dalam pembelajaran di dalam kelas Guru memiliki kemampuan dan kesempatan untuk mengubah lingkungan dan iklim belajar, serta konten, proses, dan produk setiap kelas berdasarkan profil siswa saat ini dalam perjalanannya.
Masalah penelitian ini adalah bagaimanakah keefektivan rumusan kebijakan e-learning, keefektivan implementasi kebijakan e-learning, dan apa kendala-impelementasi e-learning di PAUD. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan keefektivan rumusan kebijakan e-learning, keefektivan implementasi kebijakan e-learning, dan kendala implementasi e-learning di PAUD. Penelitian ini adalah penelitian kebijakan dengan metode kombinasi concurrent embedded strategy. Penelitian dilakukan di Provinsi Jawa Tengah pada 35 kabupaten/kota, April 2020, responden 1.899 orang dengan standard error 5%. Teknik pengumpulan data dengan angket, dokumen kebijakan, dan wawancara. Data kuantitatif diolah dengan Pivoting Program MS Excel. Data kualitatif diolah dengan software Nvivo 12+. Pengujian keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan metode. Pengujian kredibilitas dokumen dengan korelasi Pearson dan word frequency. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rumusan kebijakan e-learning di PAUD sangat efektif, implementasi kebijakan e-learning di PAUD kurang efektif, dan terdapat tiga kendala implementasi e-learning di PAUD yaitu kendala pedagogi, teknologi, dan ekonomi.
Kajian ini bertujuan untuk mengumpulkan informasi mengenai langkah-langkah pengembangan kurikulum berdasarkan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) dan Kurikulum Merdeka. Selain itu, kajian ini juga melihat bagaimana kesamaan dan kecocokan dari kedua langkah pengembangan ini dengan prinsip pada Teknologi Pendidikan serta implementasi Kurikulum Merdeka pada pembelajaran abad 21 saat ini. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yang akan menjabarkan data dalam pernyataan deskriptif. Data didapatkan melalui kajian pustaka dari beberapa penelitian terdahulu dan kebijakan pemerintah. Hasil dari penelitian ini menunjukkan diperlukan adanya langkah-langkah untuk mempercepat perkembangan kurikulum merdeka yang diimplementasikan dalam satuan pendidikan dimana guru mampu memerankan diri sebagai pemimpin pembelajaran yang mampu memanfaatkan Platform Merdeka Mengajar dan mengutamakan pembelajaran berbasis proyek. Berdasarkan kajian pustaka dan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa ada kesinambungan antara kurikulum KKNI dan Kurikulum Merdeka serta terdapat kesamaan dan kecocokan sesuai dengan prinsip pada Teknologi pendidikan. Sehingga pada implementasi Kurikulum Merdeka, semua ini pada dasarnya adalah berorientasi pada peningkatan kompetensi peserta didik beserta segala sistem pendukung yang mengarah demi terwujudnya kualitas lulusan yang berkualitas.
Kahoot! and Quizizz are e-learning web-apps commonly used in conducting online quizzes. This research was aimed at: (1) knowing the students' perceptions of Kahoot! and Quizizz's efficacy in a daily online quiz, (2) figuring out the students' choices and (3) finding out their reasons. The research
Breast cancer is a complex disease, and several processes are involved in its development. Therefore, potential therapeutic targets need to be discovered for these patients. Proteasome 26S subunit, ATPase gene (PSMC) family members are well reported to be involved in protein degradation. However, their roles in breast cancer are still unknown and need to be comprehensively researched. Leveraging publicly available databases, such as cBioPortal and Oncomine, for high-throughput transcriptomic profiling to provide evidence-based targets for breast cancer is a rapid and robust approach. By integrating the aforementioned databases with the Kaplan-Meier plotter database, we investigated potential roles of six PSMC family members in breast cancer at the messenger RNA level and their correlations with patient survival. The present findings showed significantly higher expression profiles of PSMC2, PSMC3, PSMC4, PSMC5, and PSMC6 in breast cancer compared to normal breast tissues. Besides, positive correlations were also revealed between PSMC family genes and ubiquinone metabolism, cell cycle, and cytoskeletal remodeling. Meanwhile, we discovered that high levels of PSMC1, PSMC3, PSMC4, PSMC5, and PSMC6 transcripts were positively correlated with poor survival, which likely shows their importance in breast cancer development. Collectively, PSMC family members have the potential to be novel and essential prognostic biomarkers for breast cancer development.
Globalisasi sebagai pintu untuk melangkah ke dunia luar. Saling berinteraksi dengan dunia luar, namun masuknya globalisasi tidak semata mata berdampak positif tapi ada pula dampak negatif. Globalisasi menggeser nilai nilai nasionalisme dan kebudayaan yang telah ada di Indonesia. Globalisasi menimbulkan berbagai masalah dalam bidang kebudayaan,misalnya : hilangnya budaya asli suatu daerah atau suatu negara, terjadinya erosi nilai-nilai budaya, menurunnya rasa nasionalisme dan patriotisme, hilangnya sifat kekeluargaan dan gotong royong, kehilangan kepercayaan diri, gaya hidup yang tidak sesuai dengan adat kita. Oleh sebab itu perlulah bagi kita untuk membatasi lingkup globalisasi yang mana yang harus diterapkan dan yang mana yang harus di tolak. Diperlukan peran pemerintah melalui kebijakan-kebijakan yang lebih mengarah kepada pertimbangan-pertimbangan kultural atau budaya dari pada semata-mata hannya ekonomi yang merugikan suatu perkembangan kebudayaan dalam kebijakan yang dirumuskan . Maka pemerintah perlu mengembalikan fungsi nya sebagai pelindung dan pengayom kesenian-kesenian tradisional tanpa harus turut campur dalam proses estetikanya. Kata kunci: globalisasi, budaya daerah.
Pendidikan karakter terutama karakter cinta tanah air harus diimplementasikan sejak dini, salah satunya melalui lembaga pendidikan. Penelitian ini untuk melihat dan mengungkapkan kegiatan Penguatan Pendidikan Karakter dapat menumbuhkan karakter cinta tanah air. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bagaimana pembentukan karakter cinta tanah air melalui kegiatan Penguatan Pendidikan Karakter di SDN Pandean Lamper 04 Semarang. Jenis penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Responden dari penelitian ini yaitu siswa kelas V SDN Pandean Lamper 04 Semarang. Terdapat 5 Indikator yang ada didalam karakter nasionalisme atau cinta tanah air dengan hasil tertinggi persentase sebesar 96%. Dapat disimpulkan bahwa karakter cinta tanah air yang ditunjukkan oleh siswa kelas V SDN Pandean Lamper 04 Semarang sudah mengalami peningkatan hal ini dapat dilihat dari perkembangan karakter siswa yang sudah meningkat lebih baik. Kata kunci : Penguatan Pendidikan Karakter, Cinta Tanah Air
The COVID-19 or Coronavirus that encircled Indonesia seems to be unmuted. Its massive and relatively fast spread makes people feel scared. Everyone is forced to remain at home to break the COVID-19 transmission chain. Mass agenda eliminated because of COVID-19 also the term work from home (WFH) so popular. COVID-19 also has a serious impact on the education sector in Indonesia. Here are some policies in the world of education taken by the Indonesian government in the emergency period of Coronavirus (COVID-19) year 2020. This article aims to discuss government policy, especially about the education policy to deal with Coronaviruses. The results showed that some government policies related to education in the time Coronavirus could minimize the spread of coronaviruses. These policies include online learning for school children, online lectures, national Examinations 2020 canceled, UTBK SBMPTN 2020 postponed, the implementation for SNMPTN still in review
Mathematical Communication Skills (MCS) refer to the students' ability to (1) arrange and link their mathematical thinking through communication; (2) communicate their logical and clear mathematical thinking to their friends, teachers, and others; (3) analyze and assess mathematical thinking and strategies used by others; and (4) use mathematical language to express mathematical ideas correctly. Referring to the importance of MCS in mathematics problemsolving, this study was intended to analyze students' mathematical communication skills in solving a mathematics problem. This study employed a case study design with the participants of the study were 3 students of the eighth-grade of Junior High School in Indonesia. The data of this study was dug up through observation, documentation, and interview. The findings reveal that only 1 out of 3 students' is able to express mathematical ideas; understand, interpret and assess or respond to mathematical ideas; and use terms, notations, and symbols to present mathematical ideas. This study implies that the students' mathematical communication skills are still needed to be developed. This study should be taken into account by the Mathematics teachers to not only teach mathematics but also stimulate the students' mathematical communication skills through creative and innovative learning activities.
BACKGROUND: Mesenchymal stem cells (MSCs) may serve as immunoregulators by producing various anti-inflammatory molecules. Under sufficient level of TNF-α, MSCs become activated and adopt immune-suppressive phenotype (MSCs type-2) by releasing various anti-inflammatory molecule including TGF-β and IL-10. However, the ability of MSC itself to produce IL-10 under TNF-α stimulation and the correlation of TGF-β production of MSCs to IL-10 level remains to be elucidated. AIM: In this study, MSCs were activated with various TNF-α doses to determine the increase of IL-10 and TGF-β level as well as its correlation. MATERIAL AND METHODS: This study used post-test only control group design, by using 3 study groups, consist of 1 control (C) and 2 treatments (T) (TNF-α = 5 and 10 ng/mL) with triplicate induced in MSC for 24 hours, then the levels of IL-10 and TGF-β were measured by using ELISA assay. RESULTS: The results of this study showed a significant increase of TGF-β and IL-10 levels (p < 0.05) at TNF-α 5 and 10 ng/mL dose of TNF-α. Moreover, there was a significant negative correlation between TGF-β and IL-10 level on 5 and 10 ng/mL dose TNF-α treatment. CONCLUSION: Based on our study, we conclude that the 5 ng/mL dose of TNF-α is a sufficient dose for MSCs to suppress the inflammatory milieu. The higher increase of TGF beta is due to the controlled inflammation by IL-10.
Definisi pembelajaran matematika yang bermakna mempunyai cakupan yang luas karena kecenderungannya masih umum dan belum terukur. Dalam kajian ini, parameter pembelajaran matematika bermakna terdiri atas belajar matematika bermakna tidak sekadar hafalan (menghafal) berdasarkan teori Ausubel dan belajar matematika bermakna melalui kegiatan atau aktivitas yang menyenangkan. Jika seorang siswa berkeinginan untuk mengingat sesuatu tanpa mengaitkan dengan hal yang lain maka baik proses maupun hasil pembelajarannya dapat dinyatakan sebagai hafalan dan tidak akan bermakna baginya.
Tata laksana virus covid 19 mendapatkan Rekomendasi dari WHO untuk tindakan pencegahan penyebaran covid 19 antara lain adalah melakukan handy hygiene, social distancing, memakai masker, dan meningkatkan daya tahan tubuh. Banyak hal yang dapat dilakukan salah satunya yaitu mengkonsumsi makanan yang bergizi, olah raga, menghindari stress dan mengkonsumsi suplemen Kesehatan. Vaksin adalah salah satu cara yang paling efektif dan ekonomis untuk mencegah penyakit menular membuat pengembangan dari vaksin untuk melemahkan infeksi virus corona sangat diperlukan. Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan, penerimaan masyarakat dan bagaimana respon warga terhadap vaksin COVID-19 dengan menggunakan data yang bersumber dari kuisioner. Kuisoner tersebut berupa google form yang berisi sejumlah pertanyaan yang disebarkan melalui aplikasi whatsapp kepada warga Dukuh Menanggal, dari data yang diambil sekitar 81,1% responden yang setuju untuk divaksin karena mereka telah percaya dengan manfaat vaksin COVID-19 yang mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan mampu melawan saat terkena penyakit tersebut, sedangkan yang tidak setuju untuk divaksin terdapat 18,9% responden. Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulakan bahwa pengetahuan dan kesiapan warga Dukuh Menanggal tentang vaksin COVID-19 berada pada kategori baik. Hasil signifikansi sebesar 0,000 (< 0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pegetahuan terhadap kesediaan vaksinasi warga kelurahan Dukuh Menanggal Kota Surabaya.
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar matematika berdasarkan teori belajar Ausubel untuk siswa SMP berupa lembar kegiatan siswa (LKS), namun terlebih dahulu dikembangkan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dan tes prestasi belajar (TPB) dimana RPP dan LKS memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif serta TPB memenuhi kriteria valid, praktis, dan reliabel. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang diadaptasi dari model Borg & Gall yang terdiri dari tiga langkah utama yaitu studi pendahuluan, desain produk, dan pengembangan dan evaluasi. Kevalidan produk dilihat dari hasil validasi ahli dan mencapai kriteria valid untuk LKS dan sangat valid untuk RPP dan TPB. Kepraktisan produk mencapai kategori sangat praktis ditinjau dari lembar kepraktisan guru dan siswa serta observasi keterlaksanaan pembelajaran. Keefektifan produk ditinjau dari sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Hasil uji coba lapangan menunjukkan lebih dari 70% siswa mencapai Kriteria Ketuntasan Minimum untuk pengetahuan dan keterampilan, serta mencapai kriteria baik dan sangat baik untuk ranah sikap.Kata kunci: pengembangan, bahan ajar, teori belajar ausubel Development of mathematics teaching material for junior high school students based on ausubel learning theory AbstractThis research is aimed to produce teaching material of mathematics based on Ausubel learning theory for Junior High School students in the form of student’s activity sheet, but at first the lesson plan is developed and the completeness of learning achievement test, that is the lesson plan and student activity sheet to meet the criteria for a valid, practical, and effective devices and the learning achievement test to meet the criteria for a valid, practical, and reliable devices. This research is the development of a model adapted from Borg & Gall which consists of three main steps such as the preliminary study stage, the stage of product design, and the development and evaluation stages. The validity of the products seen from the results of the validation experts stating that the products reach the valid criteria for student activity sheet and very valid for lesson plan and learning achievement test. The practicality of products seen from the practicality teachers sheet and practicality students sheet and study observation sheet. The effectiveness of the products obtained from attitudes, knowledge, and skills. The results of field trials showed more than 70 % of students achieving mastery Minimum Criteria for knowledge and skills , as well as achieving good and excellent criterion for the attitude sphere .Keywords: development, instructional materials, Ausubel learning theory
kritis, (7) Pemberdayaan Guru.
Breast cancer remains the most common malignant cancer in women, with a staggering incidence of two million cases annually worldwide; therefore, it is crucial to explore novel biomarkers to assess the diagnosis and prognosis of breast cancer patients. NIMA-related kinase (NEK) protein kinase contains 11 family members named NEK1-NEK11, which were discovered from Aspergillus Nidulans; however, the role of NEK family genes for tumor development remains unclear and requires additional study. In the present study, we investigate the prognosis relationships of NEK family genes for breast cancer development, as well as the gene expression signature via the bioinformatics approach. The results of several integrative analyses revealed that most of the NEK family genes are overexpressed in breast cancer. Among these family genes, NEK2/6/8 overexpression had poor prognostic significance in distant metastasis-free survival (DMFS) in breast cancer patients. Meanwhile, NEK2/6 had the highest level of DNA methylation, and the functional enrichment analysis from MetaCore and Gene Set Enrichment Analysis (GSEA) suggested that NEK2 was associated with the cell cycle, G2M checkpoint, DNA repair, E2F, MYC, MTORC1, and interferon-related signaling. Moreover, Tumor Immune Estimation Resource (TIMER) results showed that the transcriptional levels of NEK2 were positively correlated with immune infiltration of B cells and CD4+ T Cell. Collectively, the current study indicated that NEK family genes, especially NEK2 which is involved in immune infiltration, and may serve as prognosis biomarkers for breast cancer progression.